Senin, 04 September 2017

Biar Keliatan Bijak

Pengalaman membuat NPWP

Orang bijak, taat bayar pajak. Itulah alasan mengapa beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk membuat NPWP. Atas saran dari seseorang yang baru saya kenal, saya pun membuat NPWP secara online. Dan ternyata membuat NPWP tidak seribet yang saya bayangkan. Hanya butuh waktu 2 hari saja, kartu NPWP sudah berada di tangan saya.

Yang dibutuhkan hanya file foto KTP, udah itu saja. Dan pastikan besar file foto KTP Anda tidak boleh lebih dari 1MB agar kita mudah meng-upload ketika melakukan pendaftaran secara online.

Ohiya, sebelum mendaftar online, pastikan anda memiliki akun email aktif. Bagi Anda yang sering gonta-ganti alamat email karena alasan klasik, seperti lupa password. Mulai sekarang Anda harus lebih bersikap profesional lagi dengan menggunakan satu alamat email untuk segala hal. Baik dalam aktifasi akun google hape android, aktifasi bbm, fesbuk maupun jejaring sosial lainnya. Meski kini kebanyakan media sosial sekarang lebih simpel dalam melakukan aktifasi, karena alamat email sudah bisa diganti dengan nomor hape. Percayalah alamat email akan ada gunanya di jaman serba internet ini.

Mendaftarkan NPWP cukup dengan membuat akun di ereg.pajak.go.id kemudian Anda bisa mendaftar NPWP secara online. Cukup mengisi apa yang perlu diisi, kemudian jika sudah dirasa lengkap, Anda bisa mengirim token, dan mengajukan permohonan NPWP.

Jika permohonan Anda disetujui, Anda tinggal menunggu kartu NPWP dikirim ke alamat Anda.

Biasanya NPWP akan dibuat oleh KPP sesuai tempat tinggal di KTP. Dan perlu dicatat, KPP kini memberikan pelayanan yang maksimal, yaitu ketika Kartu NPWP sudah jadi, Kartu tersebut akan dikirimkan ke alamat sesui alamat KTP pemohon. Dan karena saya adalah tipe orang yang tidak suka merepotkan, ketika permohonan NPWP sudah disetujui, saya langsung ke KPP Sukoharjo untuk mengambil kartu NPWP saya yang sudah jadi. Selain itu saya juga bukan tipe orang yang suka menunggu tanpa kepastian, halah malah curhat, hehehe

Bagaimana? gampang kan bikin NPWP?

Meski tahun ini adalah tahun ketiga saya bekerja, namun kenapa baru tahun ini saya membuat NPWP? Tentu saja saya bukanlah seorang pengemplang pajak kelas gurem. Karena secara regulasi penghasilan bulanan saya masih dibawah batas minimal penghasilan kena pajak. Penghasilan saya dikit? Bukan! Lebih tepatnya cukup, bahkan masih sisa dengan kebutuhan saya saat ini. Saya menyakini bahwa gaji yang saya peroleh itu adalah sudah menjadi rejeki saya. Tidak ada gunanya mengeluh, kemudian kerja asal-asalan. Dan saya tidak akan merendahkan diri saya dengan melakukan hal itu.

Lantas kenapa saya membuat NPWP? Nggak papa kok, biar keliatan jadi orang bijak aja.

 Udah gitu aja.