Jumat, 01 Desember 2017

Donor Darah

Semua berawal dari ketidaksengajaan, dan hal-hal tak terduga. Terkadang, sesuatu yang sudah saya rencanakan secara matang, berakhir dengan kegagalan. Dan apesnya, saya tidak pernah menyiapkan plan B ketika rencana A ternyata gagal total.

Pernah saya merencanakan jalan-jalan ke jogja dengan kereta prameks. Prameks yang setahu saya bisa dipesan secara dadakan. Namun ketika sampai di stasiun dan akan membeli tiket, apesnya tiket dengan jam keberangkatan sesuai rencana saya sudah habis. Yang masih tersedia hanya tiket keberangkatan siang. Dan hal itu bisa dipastikan saya akan kehabisan tiket pulang. Saya pun mengurungkan niat ke jogja.

Saya belum tahu ingin kemana saya selanjutnya. Kemudian tiba-tiba saya mengambil keputusan, menggeber motor ke pantai di kawasan gunung kidul. Yang awalnya saya ingin ke pantai sadranan, namun saya kesasar dan tiba di indrayanti. Namun kala itu saya tidak kecewa, dan saya memilih menikmati pantai indrayanti.

Kemarin, perusahaan tempat saya bekerja menggelar bakti sosial donor darah. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Jujur, selama tiga tahun bekerja di sana, saya belum pernah mengikuti kegiatan donor darah. Dan seumur-umur saya juga belum pernah mengikuti donor darah.

Sebenarnya saya juga tidak mendaftarkan diri. Namun, ada informasi bahwa masih ada empat kantong yang tersisa, karena ada pendonor yang tidak bisa ikut karena hasil cek dokter tidak disarankan untuk donor.

Dan tanpa ada rencana serta tanpa pikir panjang, saya memutuskan untuk ikut donor darah. Pikir saya, mungkin ini adalah saatnya menjadi orang yang lebih berguna untuk orang lain.

Bisa dibilang kemarin adalah kali pertama saya menjadi pendonor darah. Dan semoga akan menjadi awal yang baik untuk kegiatan donor darah selanjutnya. Rasa takut itu pasti ada, namun saya tidak terlalu memikirkan hal itu. Rasa takut itu ada untuk dihadapi, bukan dihindari.

Setelah di cek dokter, kemudian cek golongan darah, saya pun dinyatakan bisa untuk donor.

Dan mulailah saya ditusuk lengan kanan saya dengan jarum yang lumayan gede, kemudian perlahan darah saya dialirkan ke sebuah kantong darah. Sambil menunggu penuh hanya membuka hape, kemudian membaca artikel-artikel di website langganan saya.

Tidak terasa darah yang dialirkan ke kantong sudah penuh. Artinya proses donor darah sudah selesai. Awalnya saya mengira setelah donor darah, lengan tempat jarum di tancapkan bakal seperti kesemutan, kemudian setelah donor menjadi lemas dan pusing. Dan ternyata, saya tidak mengalami hal itu.

Bener kata Python teman kuliah saya, habis donor badannya jadi enteng. Meski teman saya itu sedikit blasur hidupnya, dia tidak mentato tubuhnya. Sama seperti C. Ronaldo, karena ia rutin donor darah.